Coffee Time – 1

Sembari ngopi, tulis aja apa yang ada di kepala saat itu. Bisa kejadian sepanjang minggu kemarin, atau tentang hal-hal yang entah kenapa teringat saat aroma kopi masuk ke indera penciuman kamu.

Menulis di blog

Agak sulit juga rupanya rutin menulis di blog di tengah berbagai macam kegiatan. Tapi misalnya nulis: “Pengennya aktif nulis lagi tahun ini,” kebanyakan orang yang bilang begini di blognya ujung-ujungnya juga ga kejadian (sumber: pengamatan pribadi).

Entah ya, sampai sekarang belum bisa nulis konten yang berbobot, yang penuh makna dan pelajaran di setiap kalimat-kalimatnya. Udah ketebak pasti jarang baca buku macem-macem, haha. Sejauh yang saya perhatiin ya teman-teman yang emang hobi baca buku biasanya tulisannya juga bagus. Terutama di pemilihan kata-kata sih.

Liat-liat fitur statistik di dashboard blog, gak kerasa udah masuk taun ke-5 semenjak buat blog ini. Terus liat jumlah post di tahun 2015 dan 2016, masing-masing ga lebih dari 10 dong. Saya juga ga ngerasa sibuk-sibuk amat pas tahun-tahun itu. Apa saya yang waktunya luang banget ya pas awal-awal dateng ke sini yang rata-rata bisa 3 tulisan perbulan.

Intinya masih nyari gaya yang tepat dan konten yang bagus sih buat ditulis. Di wordpress gak ada fitur re-blog macem di tumblr, jadi ga bisa re-blog punya orang. Emang ga mau juga sih, wkwk. Pengennya ya blog sendiri ya tulisan sendiri. Saya pribadi kalo nemu tulisan-tulisan orang di blog yang bagus mending sharenya di media sosial insya Allah lebih banyak yang baca.

Twitter

Baru-baru ini saya buka akun twitter lagi. Alesannya bukan buat kontak sama temen-temen lama atau apa. Tapi di sini (entah di tempat lain) banyak info-info dari akun-akun resmi perusahaan atau tempat layanan jasa yang mengalir cepat di twitter semacam kantin, restoran, atau toko buku.  Misal ga ada tivi atau komputer sekalipun, lewat twitter saya tetep bisa update pertandingan tim sepakbola favorit saya secara live, plus ada gambar atau video highlight gol. Selain itu beberapa jurnal sains atau pusat riset juga membuka akun twitternya. Kadang-kadang ada iklan lowongan buat studi lanjut gitu juga.

Tapi ya ga segitunya juga sih, saya juga tetep kontak sama temen-temen baik yang di sini maupun temen-temen SMA dulu. Secara keseluruhan temen seumuran saya yang aktif di twitter udah ga banyak lagi. Terakhir nge-tweet atau retweet entah tahun 2016 atau 2015. Masuk akal sih, secara mulai tahun 2015 rata-rata udah mulai pada bikin skripsi, terus 2016 udah pada mulai kerja atau sibuk nyari sekolah buat studi lanjut. Jadi ya ujung-ujungnya saya follow yang masih aktif sampai saat ini aja.

Sejauh ini alhamdulillaah lancar. Banyak info-info campaign dari restoran atau toko buku yang terpampang di timeline. Selain itu lowongan kerja sambilan juga ga sedikit. Sayangnya buat sekarang masih sulit kayaknya buat kerja sambilan, harus tunggu stabil dulu. Buat saya yang masih meraba-raba bidang riset yang ingin dimasuki ke depannya, tweet dari pusat riset atau jurnal sains juga menambah cakrawala tentang bidang-bidang yang tersedia dan masih bisa dieksplor di jurusan saya nantinya.

Kebiasaan membaca 

I totally admit that I’m lacking this habit. Membaca tak pernah menjadi sesuatu yang saya bisa saya lakukan berjam-jam. Setiap mulai membaca sesuatu entah itu buku pelajaran atau apa maka dalam hitungan menit saya akan tertidur. Sepertinya duduk diam dan membaca sesuatu memang tidak cocok untuk saya. Pada dasarnya saya tak bisa berlama-lama dalam posisi diam. Jadi setiap belajar pun saya lebih banyak berjalan atau tiduran sambil menggerak-gerakkan kaki. Intinya minimal ada satu anggota tubuh yang bergerak. Dan dengan mengerti hal ini, minimal saya bisa meningkatkan produktivitas membaca.

Ke bahan bacaan. Setebal-tebalnya buku yang pernah saya baca yaitu novel harry potter yang 3 jilid terakhir ketika masih di SMP. Setelah itu novel tidak pernah menarik perhatian saya lagi. Padahal teman-teman saat SMA dulu cukup banyak yang senang membaca novel baik yang laki-laki maupun perempuan. Novel-novel di perpustakaan adalah salah satu yang paling diburu. Sekali-kalinya saya meminjam novel di perpustakaan sekolah adalah saat pak Rapiq, guru bahasa Indonesia, memberikan tugas untuk membaca novel dan menceritakannya kembali secara ringkas.

Akhir-akhir ini saya membuat akun goodreads untuk mencari rekomendasi buku yang kiranya bagus dibaca. Agak telat sih, secara teman-teman saya sudah sejak lama membuat akun di sana dan bahkan membaca puluhan buku dalam setahun. Terlepas dari genrenya apa, namun cukup menjadi motivasi bagi saya untuk meningkatkan jumlah bacaan saya selain untuk membiasakan diri juga.

Lat(t)e?

Nggak dulu, disimpen aja buat sesi ngopi selanjutnya. Saya sadar juga sih masih banyak yang harus diperbaiki dari diri saya. Dan saya rasa juga belum terlambat untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dan melatih yang baik.

Kansai yang mulai menghangat,

Gobo, 17 Februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s