5 years: 2016

Chitose, September 2015

Hokkaido yang tengah berada di peralihan antara musim gugur dan musim dingin saat itu menyambut kedatangan rombongan kelas dan saya di bandara New Chitose. Ini merupakan bandara ke empat di Jepang yang saya singgahi setelah Narita, Kansai, dan Haneda. Dibandingkan Narita dan Kansai ukuran bandaranya lebih kecil dan jumlah penerbangannya tidak sebanyak di dua bandara tersebut.

Yang menarik adalah pemandangan setelah keluar dari bandara. Lahan pertanian di Hokkaido sangat hijau, benar-benar menyegarkan mata. Udara yang masih bersih dibanding dengan Tokyo dan Osaka juga sangat menyejukkan. Meskipun di Wakayama saya tinggal di desa, rerumputan hijau Hokkaido benar-benar menyajikan pemandangan yang berbeda dari tempat saya tinggal.

北海道に一目ぼれしちゃったのはこのときなんじゃないかな。。。

Rombongan kelas saya dijadwalkan 3 hari 2 malam di Hokkaido. Sangat sebentar dibandingkan uang yang harus dikeluarkan. Agendanya terfokus di hari kedua dari pagi hingga sore yang isinya adalah kunjungan ke pabrik-pabrik dan ke Otaru sebentar. Malamnya pada jam bebas, semua sudah berpencar masing-masing dengan kelompok bermainnya. Ada yang pesta minum sampai mabuk, ada juga yang tinggal di kamar dan bermain kartu atau serigala-serigalaan. Saya sendiri memilih keluar bersama teman-teman yang mencari jajanan dan hiburan semacam biliar di sekitar hotel tempat saya menginap.

img_0345
Otaru, entah di mana

Hari ketiga sebelum menuju ke bandara, ada sedikit agenda mengunjungi Hokkaido Univ. Niat wali kelas saya saat itu adalah untuk memotivasi siswa-siswa yang ingin melanjutkan studinya dengan ekstensi ke universitas. Saya cukup beruntung dipertemukan dengan salah seorang alumnus yang sedang studi di sana. Setelah berbincang selama kurang lebih satu jam mengenai persiapan dan trik-trik untuk menghadapi tes secara general, saya mohon pamit kepada alumnus tersebut dan kembali ke bus.

Kesan saya setelah mengunjungi Hokkaido Univ? Kampusnya cantik banget. Perbandingan lahan yang luas dengan gedung yang tidak begitu banyak membuat ruang hijau di dalam kampus benar-benar terjaga. Rerumputan yang sangat hijau di bawah pepohonan yang rindang berpadu dengan kolam-kolam tempat para bebek berenang membuat kawasan dalam kampus sangat asri. Sungai kecil yang mengalir membelah rerumputan kawasn selatan kampus benar-benar membuat saya terpana. Papan jalan dan gedung-gedung yang masih mempertahankan model lamanya membuat kesan yang berbeda dari kampus-kampus di Jepang lainnya. I simply love it.

kankou02
kayak gini

Kembali dari Hokkaido, saya memasuki semester genap tahun kedua saya di Wakayama. Mulai semester ini saya mulai serius belajar. Alasannya selain agar mendapat nilai yang cukup untuk memperpanjang beasiswa, juga untuk mempersiapkan tes ekstensi ke universitas.  Artinya, selain pelajaran di kelas saya juga harus mempelajari materi yang dikeluarkan di tes ekstensi. Beruntung ada teman yang mempunyai banyak buku referensi dan juga banyak soal-soal dan catatan turunan dari senior saya sendiri.

Wakayama, 2016

2016 dibuka dengan saya yang sudah mulai tergabung ke sebuah grup riset dan mulai mempersiapkan untuk tugas akhir kelulusan. Jurusan saya merupakan gabungan antara kimia terapan dan bioteknologi sehingga laboratorium-laboratorium yang berada di dalamnya juga terbagi ke dua kelompok tersebut. Di antara yang tergabung ke arah kimia, tidak banyak yang menarik minat saya sehingga tidak sulit untuk memutuskan. Sejak awal saya ingin mengerjakan tentang material dan hanya satu atau dua yang benar-benar mengerjakan topik tersebut.

Januari akhir saya mengambil tes TOEIC di Wakayama. Waktu itu alasannya karena ingin fokus belajar untuk tes ekstensi pada Maretnya. Alhamdulillah mendapat hasil yang cukup. Sebulan setelahnya saya mengambil tes lisensi motor 50cc atau yang biasa disebut gentsuki (原付) karena sudah tidak tahan dengan letak sekolah dan perkotaan yang jauh, wkwk. Alhamdulillah lulus dengan sekali coba. Alasan lain saya mengambil lisensi ini adalah karena ingin memasak sendiri pada tahun terakhir sehingga bisa menekan biaya pengeluaran makan di kantin sekolah yang terbilang cukup mahal.

20170123_123809833_ios
My gentsuki

Saya memutuskan untuk tidak ke Indonesia pada Maret tersebut. Selain belajar di asrama, sesekali saya bermain ke tempat teman di Nagoya. Awal April tahun ajaran baru dimulai dan kegiatan belajar mengajar kembali seperti biasa. Kegiatan di tahun terakhir lebih banyak fokus di laboratorium dengan jumlah kelas yang sedikit. Saya sendiri mengambil kelas-kelas yang menarik dan kira-kira bisa dipakai untuk transfer sks saat ekstensi nanti, jadi kelas yang saya ambil terbilang cukup banyak.

Sekitar bulan Mei universitas-universitas mulai membagikan formulir tes ekstensinya. Saya mulai mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti pas foto, juminhyou, fotokopi residence card dll. Saya mengambil formulir dari tempat-tempat yang kiranya menjadi incaran saya. Setelah membaca-baca formulir-formulir tersebut dan mencari informasi lewat website-nya, saya mengerucutkannya menjadi beberapa tempat.

Untuk mengisi formulir, tentu saja diharuskan untuk memilih jurusan yang ingin dimasuki. Dengan jurusan yang sekarang, maka otomatis yang bisa saya masuki hanya jurusan yang berhubungan dengan kimia atau biologi dikarenakan materi tes yang berbeda dan masalah di transfer sks-nya nanti. Awalnya saya berpikir begitu sehingga saya mencari informasi tentang jurusan-jurusan yang berhubungan dengan kimia seperti kimia terapan, bioteknologi, teknik kimia, atau material. Namun di tengah jalan, saya mulai berpikir ulang tentang apa yang ingin saya pelajari ke depannya.

Jujur, belajar tentang kimia sangat menyenangkan dan saya sangat menikmatinya. Sejak kelas 1 di MAN sampai sekarang, ilmu tentang atom dan molekul serta perubahannya ini telah memberikan banyak cerita. Namun, melanjutkan ke bangku kuliah benar-benar membuka mata saya. Hal-hal seperti atom, molekul, dan material serta aplikasinya yang awalnya saya tahu lewat belajar kimia ternyata bisa didalami di bidang lain dengan pendekatan dan pola berpikir masing-masing disiplin ilmu.

Setelah mencari beberapa informasi dan berpikir matang-matang, maka saya putuskan untuk mengambil jurusan applied physics atau fisika terapan. Saya menyusun ulang rencana ujian dan keputusan finalnya seperti pada post ini. Alhamdulillah 3 dari 4 tempat tersebut mau menerima alasan saya saat wawancara tentang kenapa memilih jurusan tersebut dan bukan yang berbasis dengan kimia.

Setelah ujian ekstensi sampai saat ini waktu saya lebih banyak dihabiskan untuk tugas akhir kelulusan. Sesekali saya main ke tempat-tempat di dalam prefektur Wakayama, daerah kota maupun daerah yang jauh di dalam pegunungan. Harus diakui pemandangan di sini memang bagus terutama matahari terbenamnya. Tahun ini juga pertama kalinya saya pergi ke hanabi taikai (pesta kembang api?) yang menjadi event khas musim panas di Jepang. Selain itu di tahun ini juga pertama kalinya saya pergi ke bioskop Jepang. Nontonnya ya yang lagi booming: 君の名は (Kimi no na wa).

Mungkin 2016 adalah tahun yang meninggalkan paling banyak kesan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah di tahun 2015 saya mulai berdamai dengan diri saya sendiri mengenai kesalahan-kesalahan yang saya lakukan di tahuntahun sebelumnya, di 2016 saya mulai bisa menikmati hal-hal yang saya dapat di tempat yang sekarang. Mungkin kemampuan bahasa Jepang yang meningkat juga menjadi faktor komunikasi yang membaik dengan teman-teman dan guru-guru di tempat ini. Dan yang paling penting, memang hanya dengan syukur dan sabar semua perkara jadi terasa ringan.

Setelah butiran es di depan kamar menghilang

Gobo, 27 Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s