5 Years: Serpong dan Internship

Serpong, Agustus 2015…

Tahun kedua di Wakayama, setiap siswa dianjurkan untuk mengikuti internship di perusahaan ataupun universitas. Mungkin kalau di Indonesia semacam kerja praktek. Waktu itu karena terlanjur beli tiket balik, jadinya saya minta ke dosen mau internship di Indonesia. Setelah saya ajukan kalau saya mau internship di LIPI, alhamdulillaah dibolehkan.

Singkat cerita saya berangkat ke Serpong pagi hari setelah sholat shubuh dari Depok. Karena belum pernah ke Serpong dengan sepeda motor, saya ambil rute Lenteng Agung-TB Simatupang-Lebak Bulus-Pondok Cabe-Pamulang-Serpong. Ya udah kebayang kan gimana macetnya TB Simatupang kalo jam berangkat kerja, haha. Setelah hari pertama itu saya cari rute lewat jalan dalem Moh. Kafi-Cinere-Pondok Cabe yang lebih bersahabat.

Sampai di PP Kimia LIPI, pembimbing yang saya kontak, pak Haznan, sedang tidak ada di tempat, jadinya saya diserahkan ke rekan-rekannya yang lain. Semuanya peneliti rata-rata usianya 30 tahunan, jadi ya macem mbak-mbak sama mas-mas gitu. Setelah menyelesaikan proses pendaftaran dan segala macam berkas lainnya, saya diberikan beberapa paper untuk dibaca. Kelompok penelitian yang saya kontak waktu itu mengerjakan penelitian tentang bioetanol sehingga saya diberikan dua pilihan antara mengerjakan eksperimen terkait proses fermentasi sampai menjadi bioetanol atau proses pre-treatment bahan dasar si bioetanol tersebut.

Saya lupa gimana ceritanya yang jelas pada akhirnya saya ngerjain yang tema pre-treatment bahan dasar bioetanol, TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit). Pertama ya biasa diajarin dulu cara pakai alat-alat di labnya sama dasar-dasar eksperimennya sama mas/pak Moery (read: mu-ri), anak Sawangan coy, wkwk. Sebenernya peneliti-peneliti di sana udah pada nikah dan punya anak. Tapi ya ga tau kenapa saya ngeliatnya masih kaya mbak-mbak sama mas-mas, mungkin ga terpaut jauh juga kali ya, sekitar 10 tahunan.

Udah diajarin dasar-dasarnya, ditinggal deh di labnya sendiri. Jam istirahat siang saya stop dulu buat sholat sama makan siang. Hari pertama kalo ga salah dibawain bekel sama emak kaya pas jaman SD-SMP, haha. Tapi hari kedua saya inget restoran yang paling sering ditelpon sama anak IC angkatan saya dulu: PAM (kepanjangannya lupa -_-) !!! Harganya udah naik si ga bisa dibilang murah meriah kaya jaman saya di sana dulu. Ada beberapa hari jadi ya dibagi-bagi aja –> Nasi goreng seafood, paket C (Ayam bakar + nasi), kwetiaw goreng, es campur. Kayaknya itu aja ya, tapi rasanya ga berubah, terutama nasi gorengnya.

本間に懐かしいやわ。

Beberapa hari setelahnya saya diajarin eksperimen di laboratorium yang lain, kali ini pembimbingnya bu Feni. Bu Feni ini ibu beranak empat, LDR gitu sama suaminya yang lagi ambil s2 di mana gitu saya lupa. Yang saya salut sama bu Feni ini, dia bener-bener mendukung suaminya banget sampe dia rela harus LDR dan ngurus 4 anak sendirian (kalo ga salah ada pembantu yang nungguin kalo jam kerja). Karena dengan suaminya ambil s2 otomatis sumber pemasukan keluarga jadi ga ada sedangkan mau ga mau harus ada yang kerja. Akhirnya bu Feni yang masih tinggal di Aceh waktu itu bolak balik Jakarta sama suaminya buat tes CPNS dan alhamdulillaah akhirnya bisa diterima jadi PNS. Saya sendiri ga bisa bayangin dengan keadaan begitu bu Feni masih bisa tiap hari pergi ke kantor dan aktif meneliti. Memang mungkin Allah ngasih kekuatan lebih buat bu Feni, dan juga ibu-ibu peneliti di LIPI lainnya yang harus kerja sambil mengurus anak juga.

Selain bu Feni ada juga bu Ajeng yang pernah tugas belajar di Ehime, Jepang selama 5 tahun. Bu Ajeng ini ketua kelompok penelitian yang saya jalankan waktu itu. Beberapa hari sebelum saya selesai internship di sana saya diajak bu Ajeng beli barang penelitian ke BSD pas istirahat siang sama mas Moery dan bu Feni juga. Di tengah jalan mampir ke tempat penitipannya anak bu Ajeng, namanya dek Agha yang lucu bangeet wkwk. Masih bayi sih ya waktu itu, sekarang udah sekitar dua tahunan. Sekarang bu Ajeng juga sama kaya bu Feni, LDR gitu sama suaminya yang lagi studi lanjut. Dengan keadaan begitu bu Ajeng tetap dengan sabar memerankan perannya sebagai team leader yang harus menjaga harmonisasi di kelompok penelitiannya dan juga aktif menulis publikasi serta menghadiri konferensi-konferensi baik nasional maupun internasional. Top banget emang. Baru-baru ini bu Ajeng juga mendapatkan best presentation award di konferensi ilmiah Kitakyushu.

Kalau boleh jujur, pengalaman internship di LIPI adalah salah satu yang berharga bagi saya. Selain mendapat pengalaman melakukan eksperimen di lembaga penelitian dalam negeri, saya juga dapat banyak kenalan peneliti-peneliti di sana. Mendapat gambaran tentang bagaimana kerja sehari-seharinya peneliti, tentang pergi pergi pulang kerja di sekitaran ibukota, tentang bagaimana kerja dan mengurus keluarga secara bersamaan, dan lain sebagainya. Memang selalu menyenangkan mendengar cerita pengalaman-pengalaman dari orang  yang lebih tua.

Terima kasih buat bu Ajeng, bu Feni, pak Moery, bu Eka, bu Dian, pak Joko, bu Vera, dan juga pak Haznan serta bu Yani. Semoga diberi balasan yang lebih baik lagi  oleh Allah SWT.

Purnama pertama 2017
Siang hari di desa yang sepi

Gobo, 12 Januari 2017

Advertisements

2 thoughts on “5 Years: Serpong dan Internship

  1. Hmmm.. untung bukan ke aeon nya yg ditulis. Wkwkwk.. Kamu ga nulis, km tidur d dpn saya pas sy lg olah data km? Ato km tidur d lorong trs dibahas d pertemuan org pdhp dg mhsswa? Km lsg terkenal looo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s