A Short Escape: Kyoto dan Ayam-ya 

Selasa, 19 Juli 2016, saya berangkat ke stasiun untuk pergi ke Osaka. Urusan utamanya karena ada ujian masuk. Saya menginap di rumah senior IC sekaligus senior D3 Monbusho, kak Aulia Averroes atau biasa dipanggil kak Vero. Kak Vero sekarang bekerja di Osaka dan tinggal bersama istrinya kak Lia dan anaknya 愛佳俐ちゃん (Akari-chan). Kalau dari penjelasan kak Vero susunan kanjinya 愛(Cinta), 佳(Indah), dan 俐(Bijaksana) yang berarti diharapkan menjadi anak yang loveable, beautiful, and wise. Saya agak lupa yang kanji terakhir, tapi artinya secara keseluruhan itu sih.

Saya tinggal di sana selama 4 hari 3 malam. Tiba malam harinya tanggal 19, lalu tes di Osaka Univ tanggal 20-21 nya. Setelah tes wawancara tanggal 21-nya, saya diajak Maryam ke kampusnya yaitu Ritsumeikan University Osaka Ibaraki Campus (OIC). First impression: Kampusnya bener-bener megah kayak kantor. Di depannya ada taman yang dibuka untuk umum jadi pas saya dateng sore itu, banyak orang-orang dari mulai anak-anak sampai orang tua. Interior dalamnya juga bagus banget, susah juga saya jelasinnya gimana pokoknya high class.

Rencana awalnya mau makan di Osaka sama Rasyid yang mau dateng dari Kyoto. Saya tanya si Maryam mau makan di mana, dia juga masih bingung. Akhirnya ya sudahlah setelah tebak-tebakan gayung dan ember selesai saya putuskan ke Kyoto sekalian soalnya kalo di situ udah jelas ada tempat makan favorit si mbak ini: Ayam-ya.

Singkat cerita kami sampai di Ayam-ya setelah naik JR. Lokasinya tidak jauh dari Kyoto station. Begitu masuk kami disambut oleh mbak-mbak pelayannya, orang Indonesia. Ternyata si Rasyidnya belum dateng. Tapi karena mbak Maryam ini sudah kelaparan karena nugas dan gak makan siang, jadilah dia pesen duluan. Setelah si Rasyid dateng baru saya pesen. Oh iya Maryam ini ambassador Ayam-ya ternyata, sampai pernah tampil di tv Jepang nge-endorse Ayam-ya. Sepanjang kita makan pun dia ini maksa banget supaya saya sama Rasyid ngakuin kalo Ayam-ya ini enak pake banget, ga boleh kalo cuma enak doang.

with ayam-ya ambassador

Setelah makan, ada kabar kalo Arin, mbak yang kuliah di Beppu lagi ada zemi sama professornya di Kyoto Univ dan nanti bakal mampir ke Kyoto station. Akhirnya sambil nunggu si mbak Arin kita jalan-jalan dulu ke dalem Kyoto station liat tangga nyala-nyala sama jalan di skywalk. Turun skywalk ada summer illumination gitu dikit sih emang. Ya udah foto-foto dulu akhirnya. Saya juga baru tau ternyata di Kyoto station ada tempat-tempat gini gratis pula. Recommended banget buat yang mau berkunjung ke Kyoto.

Tangga nyala-nyala


Anyway, hari ini mbak Maryam sudah selesai pertukaran pelajarnya dan harus kembali ke Bandung menyelesaikan TA-nya. Safe flight!

Wakayama, 29 Juli 2016

Advertisements

2 thoughts on “A Short Escape: Kyoto dan Ayam-ya 

  1. “Harus maksa kalau enak banget”

    Btw aku baru tau adavarti kanjinya si akari. Lucu banget kaam akari :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s